Antam Kejar Target Kenaikan Laba Di Atas 100%, Ini Caranya

Antam

Produsen tambang emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) atau Antam optimis kinerja perseroan tahun ini akan tetap cemerang seperti tahun 2022 yang mencatat laba di atas 100%.

Direktur Utama PT Antam Tbk Nico Kanter mengungkapkan, kinerja Antam sepanjang tahun 2022 dengan mencapai pertumbuhan laba bersih 105% menjadi Rp 3,82 triliun dibandingkan tahun 2021 yang sebesar Rp 1,86 triliun.

Bahkan, hingga kuartal I tahun 2023, antam masih membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 13,49% mencapai Rp 1,66 triliun dibanding periode yang sama pada 2022 yang mencapai Rp 1,47 triliun.

“Jadi memang kita semua https://www.rtpbengkel138.online/ bersyukur ya, direksi maupun karyawan Antam karena pencapaian pada tahun lalu kalo dlihat pada tahun 2022 memang kuta mencapai profit laba bersih yang 105% di atas dari pencapaian tahun 2021,” ujarnya dalam acara Mining Zone di CNBC Indonesia, dikutip Rabu (24/5).

Menurutnya, kinerja positif tersebut merupakan optimalisasi produk dan penjualan perseroan selain pengelolaan biaya yang tepat dan efisiensi yang dilakukan oleh perseroan.

“Alhamdulilah semua yang kami lakukan tercapai dan dibantu dengan harga tahun lalu kebetulan harga naik jadi meningkat jadi kontribusi besar kepada pencapaian 2022,” tuturnya.

Nico mengaku, hingga saat ini kontribusi tambang emas masih mendominasi dan penyumbang terbesar pada pendapatan perseroan.

“Kalo kita lihat memang trend-nya itu kan kontribusi tahun lalu itu kita dari stream yang kita miliki itu almost around 69-70% dari emas. Sekitar 26% itu kita kontribusi dari feronikel dan nikel. Dan sisanya 4% itu bauksit dan alumina. kalau kita tren yang ada di kuartal ini juga Alhamdulilah juga kelihatan sama trennya,” ungkapnya.

“Kontribusinya emas itu sekitar 60% akan datang dari emas, fero nikel dan nikel malah meningkat jadi proporsi meningkat almost 34% sisanya itu di bauksit dan alumina,” imbuhnya.

Meskipun demikian, Nico menambahkan tahun ini tetap mengantisipasi adanya penurunan harga. Sehingga, perseroan akan terus berupaya meningkatkan penjualan dan melakukan efisensi di tengah harga yang berfluktuasi.

“Kalo lihat tahun ini memang geopolitik dunia ini masih tetap terjadi. Jadi kita juga tentu harus antisipasi bahwa akan penurunan harga. Jadi kita tidak andalkan disitu, kita andalkan bagaimana kita manage biaya. Ini yang jadi tantangan kita bersama. Jadi biaya harus tepat dan efisien mungkin,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*